FEBRIANTI, ROSNIDA (2026) FENOMENA ORANG KETIGA DALAM RUMAH TANGGA DI DESA AIR PUTIH PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6288_6_20260710235442-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (95kB) | Request a copy
6288_6_20260711000721-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (91kB) | Request a copy
6288_6_20260711001045-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (186kB) | Request a copy
6288_6_20260711001453-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (31kB) | Request a copy
6288_6_20260711001648-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (149kB) | Request a copy
6288_6_20260711001813-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (22kB) | Request a copy
Abstract
Fenomena orang ketiga dalam rumah tangga merupakan salah satu masalah yang dapat menganggu keharmonisa keluarga dan berpootensi menyebabkan perceraian. Kehadiran orang ketiga dapat memicu konflik, mengurangi kepercayaan antara suami istri, serta menghambat terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor penyebab munculnya fenomena orang ketiga dalam rumah tangga di Desa Air Putih serta menganalisisnya berdasarkan Perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini merupakan empiris dengan pendekatan normatif, sosiologis yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh oleh melalui wawancara suami istri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Desa Air Putih, sedangkan data skunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data meggunakan model miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena orang ketiga dalam rumah tangga di Desa Air Putih dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya komunikasi, kurangnya komitmen, pengaruh media sosial, serta rendahnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, fenomena tersebut bertentangan dengan tujuan perkawinan karena dapat dikaitkan dengan perbuatan takhbib, mendekati zina, nusyuz, dan berpotensi menimbulkan syiqaq yang mengancam keutuhan rumah tangga. Adapun penyelesaiannya dilakukan melalui pemberian nasehat, musyawarah, islah, tahkim (hakam), serta apabila perdamaian tidak dapat diwujudkan dapat diselesaikan melaui pengadilan agama. Dengan demikian Hukum Keluarga Islam tidak hanya melarang keterlibatan orang ketiga dalam rumah tangga, tetapi juga memberikan mekanisme penyelesaian untuk menjaga keutuhan keluarga dan mewujudkan kelaurag yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622638 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Orang Ketiga, Rumah Tangga, Hukum Keluarga Islam |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Quran Agama Islam > Hadist Bahasa > Bahasa Arab Bahasa > Bahasa Indonesia Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 01:33 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 01:33 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/486 |
