Search for collections on Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana

Tinjauan maqashid syari'ah terhadap korban pencatutan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh calon partai politik sebagai syarat pendaftaran partai baru

FAISSANI, FAISSANI (2026) Tinjauan maqashid syari'ah terhadap korban pencatutan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh calon partai politik sebagai syarat pendaftaran partai baru. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

[thumbnail of 6114_6_20260714111048-Abstrak.pdf] Text
6114_6_20260714111048-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB) | Request a copy
[thumbnail of 6114_6_20260714111111-Bab I.pdf] Text
6114_6_20260714111111-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB) | Request a copy
[thumbnail of 6114_6_20260714111158-Bab II.pdf] Text
6114_6_20260714111158-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (289kB) | Request a copy
[thumbnail of 6114_6_20260714111306-Bab III.pdf] Text
6114_6_20260714111306-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB) | Request a copy
[thumbnail of 6114_6_20260714111517-Bab IV.pdf] Text
6114_6_20260714111517-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (320kB) | Request a copy
[thumbnail of 6114_6_20260714111610-Bab V.pdf] Text
6114_6_20260714111610-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB) | Request a copy

Abstract

Maraknya pencatutan (NIK) kabupaten bengkalis, banyak sekali warga sipil yang menjadi korban pencatutan oleh partai politik bagi memenuhi syarat menjadi calon partai politik, Penelitian ini bertujuan bagi menganalisis fenomena pencatutan Nomor Induk Kependudukan (NIK) oleh calon partai politik pada proses pendaftaran partai baru melalui kacamata Maqashid Syariah. Praktik pencatutan identitas tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap hak privasi dan integritas data pribadi warga negara. Metode penelitian yang digunakan yakni yuridis normatif ialah pendekatan kualitatif(Field research), di mana data primer diperoleh dari regulasi komisi pemilihan umum dan data sekunder dari literatur hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pencatutan NIK bertentangan ialah prinsip Hifdzun Nafs (perlindungan jiwa/kehormatan) dan Hifdzun Mal (perlindungan hak milik non-materiil). Pada perspektif Maqashid Syariah, negara dan penyelenggara pemilu wajib memberikan perlindungan hukum (hifdz) bagi mencegah kemudaratan bagi warga negara yang dirugikan identitasnya demi kepentingan politik sepihak. Kesimpulan dari penelitian menekankan bahwa perlunya penguatan sistem verifikasi faktual dan sanksi yang tegas bagi partai politik bagi menjamin kemaslahatan publik dan keadilan pada proses demokrasi.
Kata kunci : Maqashid Syariah,pencatutan,NIK, Partai Politik,

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: NIM: 182222464 | Syariah dan Ekonomi Islam
Uncontrolled Keywords: Maqashid Syariah, pencatutan, NIK, Partai Politik
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah)
SWORD Depositor: Admin Repo
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 22 Jul 2026 04:53
Last Modified: 22 Jul 2026 04:53
URI: https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/422

Actions (login required)

View Item
View Item