Search for collections on Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana

JUSTIFIKASI PEMBERIAN GELAR PAHLAWAN DAERAH KEPADA KIAI IMAM BULKIN BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2011 PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

PUTRI, SHALWA OCTATRIANI (2026) JUSTIFIKASI PEMBERIAN GELAR PAHLAWAN DAERAH KEPADA KIAI IMAM BULKIN BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2011 PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

[thumbnail of 6099_6_20260714153655-Abstrak.pdf] Text
6099_6_20260714153655-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[thumbnail of 6099_6_20260714170210-Bab I.pdf] Text
6099_6_20260714170210-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (479kB) | Request a copy
[thumbnail of 6099_6_20260714170220-Bab II.pdf] Text
6099_6_20260714170220-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (506kB) | Request a copy
[thumbnail of 6099_6_20260714170232-Bab III.pdf] Text
6099_6_20260714170232-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (485kB) | Request a copy
[thumbnail of 6099_6_20260714170242-Bab IV.pdf] Text
6099_6_20260714170242-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (554kB) | Request a copy
[thumbnail of 6099_6_20260714170252-Bab V.pdf] Text
6099_6_20260714170252-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (415kB) | Request a copy

Abstract

Amnesti merupakan instrumen hukum konstitusional yang diberikan oleh Presiden berdasarkan Pasal 14 ayat (2) UUD 1945. Namun dalam praktiknya, pemberian amnesti di Indonesia kerap menimbulkan perdebatan hukum dan politik yang berkaitan dengan prinsip keadilan, kesetaraan hukum, dan potensi penyalahgunaan kewenangan eksekutif. Penelitian ini bertujuan menganalisis politik hukum pemberian amnesti dalam sistem ketatanegaraan Indonesia ditinjau dari perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Tiga kasus historis dikaji, yaitu Keppres No. 180 Tahun 1959, Keppres No. 105 Tahun 1998, dan Keppres No. 22 Tahun 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pemberian amnesti merupakan legal policy konstitusional yang sah dan berfungsi sebagai mekanisme checks and balances dengan pertimbangan DPR. Dari perspektif maqashid syariah, kebijakan amnesti sejalan dengan konsep hirasat ad-din karena mencerminkan nilai pengampunan dan kasih sayang dalam Islam, serta siyasat ad-dunya karena berorientasi pada kemaslahatan umum melalui rekonsiliasi nasional dan penyelesaian konflik secara damai. Dengan demikian, pemberian amnesti yang tepat sasaran, transparan, dan berlandaskan pertimbangan yang matang merupakan wujud kebijaksanaan pemimpin dalam menyeimbangkan kepentingan negara dan perlindungan hak asasi manusia.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: NIM: 182222449 | Syariah dan Ekonomi Islam
Uncontrolled Keywords: Amnesti, Politik Hukum, Maqashid Syariah
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah)
SWORD Depositor: Admin Repo
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 22 Jul 2026 04:50
Last Modified: 22 Jul 2026 04:50
URI: https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/420

Actions (login required)

View Item
View Item