SALSABILA, SALMA (2026) PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 168/PUU-XXI/2023 TENTANG IMPLIKASI PERLINDUNGAN HAK PEKERJA PEREMPUAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA PERSPEKTIF SIYASAH DUSTURIYAH. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6135_6_20260714210156-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (194kB) | Request a copy
6135_6_20260714210221-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (289kB) | Request a copy
6135_6_20260714210232-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (283kB) | Request a copy
6135_6_20260714210339-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (260kB) | Request a copy
6135_6_20260714210351-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (392kB) | Request a copy
6135_6_20260714210404-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (211kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 168/PUU-XXI/2023 terkait perlindungan hak pekerja perempuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta menganalisisnya dalam perspektif Siyasah dusturiyah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan yang bersumber dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta berbagai literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi memperkuat perlindungan hak pekerja melalui kepastian kerja, pengaturan pengupahan yang lebih adil, pembatasan fleksibilitas hubungan kerja, dan pencegahan pemutusan hubungan kerja secara sewenang-wenang, yang secara tidak langsung memperkuat perlindungan hak pekerja perempuan, termasuk hak maternitas, kesetaraan upah, perlindungan dari diskriminasi, dan jaminan kerja yang layak. Ditinjau dari perspektif Siyasah dusturiyah, putusan tersebut sejalan dengan prinsip keadilan (al-'adl), persamaan hak (al-musawah), kemaslahatan (al-maslahah), serta maqashid al-syari'ah dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan keturunan (hifz al-nasl). Dengan demikian, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 merupakan langkah penting dalam memperkuat perlindungan hak pekerja perempuan dan mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang lebih adil.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182222485 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Siyasah dusturiyah, Mahkamah Konstitusi, Pekerja Perempuan, Cipta Kerja, Perlindungan Hukum. |
| Subjects: | Hukum > Hak Asasi Manusia Hukum > Hukum Islam Hukum > Hukum Tata Negara |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:40 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:40 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/409 |
