PUTRI, SEPTINA (2026) Pengaruh Politik Dinasti Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Ditinjau dari Fiqh siyasah. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6098_6_20260714165908-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (274kB) | Request a copy
6098_6_20260714165922-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (229kB) | Request a copy
6098_6_20260714165933-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (231kB) | Request a copy
6098_6_20260714165946-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (223kB) | Request a copy
6098_6_20260714165959-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (284kB) | Request a copy
6098_6_20260714170010-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (280kB) | Request a copy
Abstract
Fenomena politik dinasti dalam pemerintahan daerahmenjadi salah satu isu penting dalam pelaksanaandemokrasi dan otonomi daerah di Indonesia. Politikdinasti merupakan praktik kekuasaan yang melibatkanhubungan kekerabatan dalam jabatan politik dan pemerintahan. Dalam praktiknya, fenomena ini seringdikaitkan dengan menurunnya kualitas tata Kelola pemerintahan daerah, terutama terkait profesionalitas, akuntabilitas, dan efektivitas pelayanan publik. Oleh karena itu, politik dinasti perlu dikaji berdasarkanketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta ditinjau dariperspektif fiqh siyasah yang menekankan prinsipkeadilan, amanah, dan kemaslahatan dalamkepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh politik dinasti terhadap kinerjapemerintah daerah menurut Undang-Undang Nomor23 Tahun 2014 serta meninjau relevansinya dalamperspektif fiqh siyasah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif denganpendekatan yuridis normatif, konseptual, dan normatif-teologis melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik dinastimemiliki pengaruh terhadap kinerja pemerintahdaerah, terutama melalui kecendrungan melemahnyasistem merit, meningkatnya praktik nepotisme, dan berkurangnya objektivitas dalam pengambilankebijakan. Dalam perspektif fiqh siyasah, politikdinasti tidak dilarang secara mutlak, tetapi harusdidasarkan pada prinsip kedilan (‘adl), amanah, musyawarah (syura), dan kemaslahatan (maslahah). Apabila praktik politik dinasti mengutamakanhubungan kekerabatan dibandingkan kompetensi, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsipfiqh siyasah dan berpotensi menurunkan legitimasikepemimpinan serta kualitas pemerintahan daerah.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182222448 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Politik Dinasti, Kinerja PemerintahDaerah, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Fiqh Siyasah, Pemerintahan Daerah. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara Hukum > Lain -Lain |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:37 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:38 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/407 |
