ZULAIKA, SITI (2026) Tinjauan Fiqih Siyasah Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 23 P/HUM/2024 Mengenai Syarat Usia Pencalonan Kepala Daerah. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6138_6_20260712134139-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (37kB) | Request a copy
6138_6_20260712134209-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (129kB) | Request a copy
6138_6_20260712134240-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (133kB) | Request a copy
6138_6_20260712134301-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (90kB) | Request a copy
6138_6_20260712134330-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (199kB) | Request a copy
6138_6_20260712134354-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (44kB) | Request a copy
Abstract
Putusan Mahkamah Agung Nomor 23 P/HUM/2024 tentang penghitungan syarat usia calon kepala daerah menimbulkan perdebatan hukum dan politik karena dinilai berimplikasi terhadap kepastian hukum, keadilan, serta prinsip demokrasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pertimbangan hukum majelis hakim pada mahkamah agung yang memeriksa dan memutus putusan mahkamah agung nomor 23 P/HUM/2024 tentang pengaturan syarat usia calon kepala daerah dan tinjauan fiqih siyasah terhadap putusan mahkamah agung nomor 23 P/HUM/2024 tentang pengaturan syarat usia calon kepala daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan hukum normatif. Pendekatan penelitian yang diterapkan meliputi pendekatan perbandingan dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 23 P/HUM/2024 tentang penghitungan syarat usia calon kepala daerah menimbulkan persoalan serius dalam aspek kepastian hukum, keadilan, dan kewenangan konstitusional. Penetapan penghitungan usia sejak pelantikan telah mengubah substansi norma Undang-Undang Pilkada, sehingga dinilai melampaui kewenangan Mahkamah Agung dan menimbulkan ketidakpastian hukum serta potensi ketidakadilan dalam distribusi hak politik bagi calon kepala daerah. Selain itu, ditinjau dari perspektif fiqih siyasah, putusan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip amanah, keadilan (al-‘adl), dan kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah). Pengaturan penghitungan usia sejak pelantikan berpotensi menimbulkan ketimpangan perlakuan antar calon, membuka ruang kepentingan politik dan nepotisme, serta belum mencerminkan orientasi kebijakan yang mengutamakan kemaslahatan umat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182222488 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Fiqih Siyasah, Putusan MA, Syarat Usia Pencalonan Kepala Daerah |
| Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Tatanegara (Siyasah Syar'iyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:09 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:09 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/395 |
