SURANTI, PIMPI (2026) KONSTRUKSI KULTURAL DAN NEGOSIASI NILAI ATAS JARAK WAKTU PEMINANGAN AKAD NIKAH PADA MASYARAKAT MELAYU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA TELUK LATAK KECAMATAN BENGKALIS. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6284_6_20260713223956-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (48kB) | Request a copy
6284_6_20260713224024-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (304kB) | Request a copy
6284_6_20260713224040-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (372kB) | Request a copy
6284_6_20260713224109-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (179kB) | Request a copy
6284_6_20260713224128-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (195kB) | Request a copy
6284_6_20260713224139-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (122kB) | Request a copy
Abstract
Praktik peminangan hingga akad nikah menunjukkan adanya variasi jarak waktu pelaksanaan. Ketidakjelasan waktu akad nikah dapat membuat tradisi yang mulia justru kehilangan maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi kultural dan negosiasi nilai atas jarak waktu antara peminangan dan akad nikah pada masyarakat Melayu di Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tersebut merupakan perpaduan antara adat, nilai sosial, dan ajaran Islam, dengan proses peminangan yang melibatkan musyawarah keluarga. Jarak waktu peminangan hingga akad nikah di dalam adat melayu Desa Teluk Latak paling cepat 3 bulan dan umumnya 6 bulan, sedangkan 1 tahun juga pernah terjadi, namun jarang di jumpai. Secara kultural, rentang waktu ini berfungsi sebagai persiapan dan penguatan hubungan keluarga. Praktik ini juga mencerminkan konstruksi sosial yang adaptif serta hasil negosiasi dinamis antara nilai agama dan budaya lokal, sehingga menghasilkan kesepakatan yang kontekstual dan dapat diterima secara adat dan agama. Dalam tinjauan hukum Islam menjelaskan bahwa Islam menganjurkan agar tidak menunda hal yang baik dalam jangka waktu yang lama. Prinsip utama yang diterapkan dalam penentuan jarak waktu adalah mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan dalam proses menuju pernikahan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622634 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: konstruksi kultural, negosiasi nilai, peminangan, akad nikah, masyarakat Melayu. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:35 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:35 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/379 |
