YATI, SINDI (2026) ANALISIS HUKUM NASAB DAN KEWARISAN ANAK HASIL INSES DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6267_6_20260712195222-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (64kB) | Request a copy
6267_6_20260712195248-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (109kB) | Request a copy
6267_6_20260712195510-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (160kB) | Request a copy
6267_6_20260712195534-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (276kB) | Request a copy
6267_6_20260715105634-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (455kB) | Request a copy
6267_6_20260715105702-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (398kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kasus inses yang tidak hanya menimbulkan persoalan pidana dan moral, tetapi juga menimbulkan akibat hukum terhadap anak yang dilahirkan, khususnya mengenai status nasab, hak kewarisan, dan perlindungan hak-haknya menurut hukum Islam. Perbedaan pandangan mengenai kedudukan hukum anak hasil inses menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih memerlukan kajian yang komprehensif berdasarkan sumber-sumber hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status nasab anak hasil inses menurut hukum Islam, mengkaji hak kewarisan anak hasil inses menurut hukum Islam, serta menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak hasil inses berdasarkan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai sumber hukum Islam yang meliputi Al-Qur'an, Hadis, kitab-kitab fikih, Kompilasi Hukum Islam, peraturan perundang-undangan, buku ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan status nasab, kewarisan, dan perlindungan anak hasil inses. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dikaji menggunakan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut hukum Islam anak yang lahir dari hubungan inses hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu dan keluarga dari pihak ibu, sedangkan hubungan nasab dengan ayah biologis tidak diakui karena hubungan tersebut berasal dari perbuatan yang diharamkan secara mutlak. Konsekuensi hukum dari putusnya hubungan nasab tersebut adalah anak tidak memiliki hak kewarisan terhadap ayah biologis maupun keluarga dari pihak ayah, tetapi tetap memiliki hubungan kewarisan dengan ibu dan keluarga dari pihak ibu. Meskipun demikian, hukum Islam tetap memberikan perlindungan terhadap anak hasil inses melalui pemenuhan hak hidup, hak memperoleh pemeliharaan, pendidikan, dan kesejahteraan, serta membuka mekanisme hibah dan wasiat sebagai sarana pemberian harta tanpa mengubah ketentuan mengenai nasab dan kewarisan. Berdasarkan analisis maqāṣid al-syarī‘ah, ketentuan tersebut mencerminkan keseimbangan antara prinsip ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan), ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa), dan ḥifẓ al-māl (menjaga harta), sehingga hukum Islam tidak hanya menjaga kemurnian nasab, tetapi juga menjamin perlindungan terhadap hak-hak anak sebagai pihak yang tidak memiliki kesalahan atas asal-usul kelahirannya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622617 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Anak hasil inses, nasab, kewarisan, hukum Islam, maqāṣid al-syarī‘ah. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:42 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:42 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/375 |
