QALYUBI, MUHAMMAD (2026) Analisis Otoritas Orang Tua dalam Menjodohkan Anak: Studi Kritis Hukum Islam dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6281_6_20260712223700-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (278kB) | Request a copy
6281_6_20260712223718-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (190kB) | Request a copy
6281_6_20260712223727-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (207kB) | Request a copy
6281_6_20260712223736-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (222kB) | Request a copy
6281_6_20260712223744-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (174kB) | Request a copy
6281_6_20260712223756-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (278kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perjodohan anak dalam perspektif otoritas orang tua dengan meninjau dari aspek hukum positif, teori sosial, serta pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya pergeseran paradigma otoritas dalam masyarakat modern, dari otoritas tradisional menuju otoritas rasional-legal, yang memunculkan konflik antara praktik budaya dan prinsip perlindungan anak. Perjodohan anak sebagai bentuk penggunaan otoritas orang tua menjadi isu krusial karena berpotensi mengabaikan hak-hak anak serta bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Analisis dilakukan dengan mengkaji teori otoritas, teori pola asuh, serta konsep maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka analisis dalam menilai legitimasi tindakan orang tua. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas orang tua tidak bersifat absolut, melainkan dibatasi oleh norma hukum dan prinsip perlindungan anak. kepatuhan anak terhadap orang tua tidak semata-mata ditentukan oleh kekuasaan, tetapi oleh kualitas hubungan emosional dan komunikasi. Praktik perjodohan yang dilakukan tanpa melibatkan anak berpotensi merusak ikatan sosial dan mengurangi legitimasi otoritas itu sendiri. Sementara itu, dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, perjodohan anak yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap aspek jiwa, akal, dan keturunan bertentangan dengan tujuan utama syariat, yaitu mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perjodohan anak perlu dikaji ulang secara kritis, baik dari aspek hukum maupun nilai-nilai keadilan substantif. Otoritas orang tua harus dijalankan secara proporsional dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak serta menghormati hak-hak dasar mereka. Pendekatan integratif antara hukum positif dan maqāṣid al-syarī‘ah menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang berkaitan dengan anak tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga adil secara moral dan sosial
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622631 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | otoritas orang tua, perjodohan anak, perlindungan anak, maqāṣid al-syarī‘ah, hukum keluarga |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 04:45 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 04:45 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/374 |
