RUSIAH, RUSIAH (2026) Peranan LAMR dalam Menanamkan Nilai Nilai Religius Pendidikan Islam melalui Berpakaian Melayu Riau di kabupaten Bengkalis. S2 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
7522_6_20260714154712-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (376kB) | Request a copy
7522_6_20260714155841-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (389kB) | Request a copy
7522_6_20260714160725-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (891kB) | Request a copy
7522_6_20260714160855-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (381kB) | Request a copy
7522_6_20260714161053-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (393kB) | Request a copy
7522_6_20260714161323-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (622kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan LAMR, perspektif Pendidikan Islam, serta kendala dan tantangan dalam penanaman nilai-nilai religius melalui budaya berpakaian Melayu Riau. Dengan pendekatan kualitatif etnografi. Sumber data berasal dari informan utama yaitu Datuk Seri Syaukani Al Karim Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis, dan informan pendukung yaitu Datuk Sumantri Anggota Majelis Kerapatan Adat. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji prasyarat analisis: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian: Pertama, LAMR Kabupaten Bengkalis berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius Pendidikan Islam melalui berpakaian Melayu diantaranya Peran LAMR dalam fungsi edukasi dan sosialisasi, normatif dan regulatif, religius dan moral, sosial dan kultural, advokasi dan perlindungan adat, serta kemitraan kelembagaan. Kedua, dalam perspektif Pendidikan Islam, berpakaian Melayu yang ditanamkan oleh LAMR mengandung nilai pendidikan aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan budaya Islami yang berfungsi memperkuat identitas Islam Melayu, membiasakan menutup aurat, membentuk kesopanan, mempererat solidaritas sosial, serta melestarikan warisan budaya Islami. Ketiga, LAMR menghadapi tantangan berupa globalisasi budaya, rendahnya pemahaman masyarakat, keterbatasan kewenangan lembaga adat, pengaruh lingkungan dan keluarga, serta media sosial dan budaya populer. Untuk mengatasinya, LAMR melakukan edukasi budaya, penguatan identitas Islam-Melayu, kemitraan kelembagaan, dan pemanfaatan media digital. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa berpakaian Melayu dapat menjadi media Pendidikan Islam berbasis budaya lokal yang efektif untuk menginternalisasikan nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan budaya Islami, sekaligus memperkuat identitas Islam-Melayu melalui sinergi antara LAMR, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 2181124030 | Tarbiyah dan Ilmu Keguruan |
| Uncontrolled Keywords: | Nilai-Nilai Religius, Pendidikan Islam, Berpakaian Melayu, Masyarakat Melayu., Lembaga Adat Melayu Riau |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Quran Agama Islam > Hadist |
| Divisions: | TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN > Pendidikan Agama Islam |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 03:32 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 03:32 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/348 |
