RAMADHAN, NOVI ARDIAN (2026) ANALISIS PERCERAIAN DENGAN ALASAN ISTRI TIDAK MAU TINGGAL BERSAMA DI RUMAH ORANG TUA SUAMI PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6262_6_20260713183119-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (158kB) | Request a copy
6262_6_20260713183419-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (108kB) | Request a copy
6262_6_20260713183444-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (558kB) | Request a copy
6262_6_20260713183525-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (349kB) | Request a copy
6262_6_20260713183543-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (505kB) | Request a copy
6262_6_20260713183604-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (122kB) | Request a copy
Abstract
Perceraian yang diakibatkan oleh persoalan rumah tangga dengan alasan ketidaksepakatan tempat tinggal antara suami dan istri, khususnya ketika istri tidak bersedia tinggal bersama orang tua suami. Kondisi tersebut sering menimbulkan konflik berkepanjangan yang berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga dan keberlangsungan perkawinan. Dalam perkara perceraian, penerapan maqashid syariah menekankan bahwa keputusan harus membawa maslahat bagi kedua belah pihak dan menghindarkan mudarat yang lebih besar, baik secara psikologis, sosial, maupun spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research) yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya, ataupun riset pustaka yang membatasi kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja serta pendekatan normatif dan analisis perspektif Maqashid Syari’ah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perceraian dengan alasan istri tidak mau tinggal bersama di rumah orang tua suami serta menelaahnya dari perspektif Maqashid Syari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kewajiban suami terhadap istri. Pada dasarnya, istri memiliki hak untuk memperoleh tempat tinggal yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan privasi dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Penolakan istri untuk tinggal bersama orang tua suami tidak serta-merta dapat dianggap sebagai bentuk pembangkangan (nusyuz) apabila terdapat alasan yang dapat dibenarkan menurut syariat. Dari perspektif Maqashid Syari’ah, pemenuhan hak tempat tinggal yang layak bertujuan untuk menjaga jiwa, keturunan, dan keharmonisan keluarga. Perceraian akibat konflik tempat tinggal menunjukkan belum optimalnya realisasi tujuan perkawinan dalam Islam, yaitu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Penyelesaian melalui musyawarah dan pemenuhan hak serta kewajiban masing-masing pihak perlu diutamakan sebelum perceraian dijadikan sebagai jalan terakhir serta sinergi dengan lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622612 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Perceraian, Hak Istri, Maqashid Syari’ah |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 00:06 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 00:06 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/322 |
