ARYANI, RITA (2026) Praktik Pernikahan sebagai Solusi Gangguan Psikologis dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi pada Masyarakat Kecamatan Bengkalis). S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6265_6_20260713154533-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (19kB) | Request a copy
6265_6_20260713154733-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (108kB) | Request a copy
6265_6_20260713154913-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (133kB) | Request a copy
6265_6_20260713155006-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (266kB) | Request a copy
6265_6_20260713155044-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (285kB) | Request a copy
6265_6_20260713155129-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (59kB) | Request a copy
Abstract
Praktik menjadikan pernikahan sebagai solusi terhadap gangguan psikologis masih ditemukan di tengah masyarakat Kecamatan Bengkalis. Sebagian masyarakat meyakini bahwa pernikahan dapat memberikan ketenangan batin bagi seseorang yang mengalami kegelisahan, kecemasan, ketidakstabilan emosi, hingga kesurupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pernikahan sebagai solusi terhadap gangguan psikologis pada masyarakat Kecamatan Bengkalis serta menganalisisnya dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap empat responden yang pernah mengalami gangguan psikologis serta dua tokoh agama di Kecamatan Bengkalis. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori kebutuhan Abraham Maslow dan perspektif Hukum Keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menikah para responden mengalami berbagai gangguan psikologis dan telah melakukan berbagai bentuk ikhtiar, seperti pengobatan medis, ruqyah, pengobatan tradisional, dan doa. Setelah menikah, para responden merasakan perubahan berupa meningkatnya ketenangan batin, berkurangnya kecemasan, serta adanya dukungan emosional dari pasangan. Berdasarkan teori Abraham Maslow, perubahan tersebut terjadi karena terpenuhinya kebutuhan akan rasa aman (safety needs) serta kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki (belongingness and love needs). Sementara itu, dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, pernikahan bertujuan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, bukan sebagai sarana pengobatan terhadap gangguan psikologis. Oleh karena itu, praktik pernikahan lebih tepat dipahami sebagai salah satu bentuk ikhtiar yang dapat mendukung kesejahteraan psikologis seseorang, namun tidak dapat dijadikan sebagai jaminan atau satu-satunya solusi terhadap gangguan psikologis.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622615 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Praktik Pernikahan, Gangguan Psikologis, Hukum Keluarga Islam, Abraham Maslow. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 23:56 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 23:56 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/319 |
