MALINDA, ESTI (2026) Tradisi mitoni dalam adat Jawa pada masyarakat desa Bantan tua menurut perspektif hukum keluarga Islam. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6274_6_20260713134316-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (166kB) | Request a copy
6274_6_20260713134347-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (73kB) | Request a copy
6274_6_20260713134416-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (156kB) | Request a copy
6274_6_20260713134444-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (198kB) | Request a copy
6274_6_20260713134505-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (113kB) | Request a copy
6274_6_20260713134530-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (180kB) | Request a copy
Abstract
ABSTRAK
Esti Malinda (2026): Tradisi Mitoni Dalam Adat Jawa Pada Masyarakat Desa
Bantan Tua Menurut Perspektif Hukum Keluarga Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dilaksanakannya tradisi mitoni oleh masyarakat Jawa di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu warisan budaya yang berkembang di tengah masyarakat muslim. Tradisi mitoni merupakan upacara adat yang dilaksanakan pada masa kehamilan
tujuh bulan sebagai bentuk rasa syukur dan doa untuk keselamatan ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pelaksanaan tradisi mitoni dalam adat Jawa di Desa Bantan Tua serta menganalisis perspektif Hukum Keluarga Islam terhadap tradisi tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pelaksanaan tradisi mitoni di Desa Bantan Tua masih dilaksanakan secara turun-temurun dengan beberapa tahapan, yaitu pengajian dan doa bersama, siraman, pergantian pakaian tujuh kali, brojolan kelapa gading, adol rujak, serta kenduri bersama keluarga dan masyarakat. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, permohonan keselamatan bagi ibu dan janin, serta sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan sosial. Ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam, tradisi mitoni di Desa Bantan Tua tidak bertentangan dengan syariat Islam karena pelaksanaannya telah diisi dengan nilai-nilai keislaman seperti pembacaan Al-Qur'an, doa, selawat, dan tahlil. Tradisi ini juga sejalan dengan tujuan Maqashid Syariah, khususnya hifz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifz an-nasl (menjaga keturunan), serta termasuk dalam kategori urf shahih karena mengandung kemaslahatan dan tidak mengandung unsur syirik maupun kemudaratan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622624 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi mitoni, adat Jawa, hukum keluarga Islam, maqasid syariah |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 04:07 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 04:07 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/261 |
