SAPUTRA, M. HENDRA (2026) PENYELESAIAN SENGKETA WARIS OLEH TOKOH KAMPUNG DI DESA SUKAMAJU PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6309_6_20260714112400-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (163kB) | Request a copy
6309_6_20260714112430-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (301kB) | Request a copy
6309_6_20260714112453-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (550kB) | Request a copy
6309_6_20260714112508-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (244kB) | Request a copy
6309_6_20260714112522-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (264kB) | Request a copy
6309_6_20260714112536-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (173kB) | Request a copy
Abstract
Sengketa waris merupakan salah satu konflik yang sering terjadi dalam lingkungan keluarga akibat perbedaan kepentingan, kesalahpahaman, serta ketidakpuasan terhadap pembagian harta warisan. Di Desa Suka Maju, penyelesaian sengketa waris umumnya dilakukan melalui tokoh kampung dengan pendekatan musyawarah dan kekeluargaan. Praktik ini menjadi menarik untuk dikaji karena telah berkembang sebagai mekanisme penyelesaian sengketa yang dipercaya masyarakat dan berlangsung secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa waris oleh tokoh kampung di Desa Suka Maju dan menganalisisnya dalam perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tokoh kampung, perangkat desa, dan pihak yang pernah bersengketa, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, peraturan perundang-undangan, dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto, teori 'urf, dan teori islah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa waris di Desa Suka Maju dilakukan melalui tahapan pengaduan, identifikasi masalah, musyawarah, mediasi, kesepakatan, dan pelaksanaan hasil kesepakatan. Tokoh kampung berperan sebagai mediator yang membantu para pihak mencapai perdamaian. Dalam perspektif hukum keluarga Islam, mekanisme tersebut sesuai dengan prinsip islah dan dapat dikategorikan sebagai 'urf shahih karena mengedepankan perdamaian, musyawarah, dan menjaga hubungan kekeluargaan. Namun, pembagian warisan yang dilakukan lebih banyak didasarkan pada kesepakatan keluarga dibandingkan ketentuan faraidh, sehingga belum sepenuhnya sesuai dengan hukum waris Islam.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622659 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Sengketa Waris, Tokoh Kampung, Hukum Keluarga Islam, 'Urf, Islah. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:58 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:58 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/258 |
