HAFIZAH, HAFIZAH (2026) Batasan Hak dan Kewajiban Suami Terhadap Orang Tua dan Istri Pada Masyarakat Melayu Bengkalis Menurut Perspektif Hukum Keluarga Islam. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6275_6_20260713230521-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (197kB) | Request a copy
6275_6_20260713231400-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (245kB) | Request a copy
6275_6_20260713232051-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (386kB) | Request a copy
6275_6_20260713232203-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (265kB) | Request a copy
6275_6_20260713232312-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (342kB) | Request a copy
6275_6_20260713232444-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (190kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pemahaman masyarakat Melayu Bengkalis mengenai batasan hak dan kewajiban suami terhadap orang tua dan istri setelah menikah. Budaya Melayu yang berlandaskan prinsip “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” menjunjung tinggi penghormatan kepada orang tua, sementara hukum keluarga Islam menegaskan bahwa suami memiliki tanggung jawab utama terhadap istri dan keluarganya. Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan dalam menentukan prioritas kewajiban ketika terjadi benturan kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan praktik pelaksanaan hak serta kewajiban suami terhadap orang tua dan istri pada masyarakat Melayu Bengkalis serta menganalisis batasan normatifnya menurut hukum keluarga Islam.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 20 informan yang terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, serta masyarakat yang berperan sebagai suami atau istri di empat desa di Kecamatan Bengkalis, yaitu Desa Pematang Duku, Ketamputih, Sungai Batang, dan Kelemantan Barat. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Melayu Bengkalis umumnya memahami bahwa setelah menikah suami memiliki kewajiban utama yaitu memenuhi hak istri dan anak, meliputi nafkah, perlindungan, perhatian, dan pembinaan keluarga, tanpa mengabaikan kewajiban berbakti kepada orang tua. Suami juga memiliki hak berupa penghormatan, ketaatan dalam hal yang ma'ruf, kasih sayang, dan kerja sama dalam rumah tangga atas istrinya dan nasihat serta dukungan dari orangtuanya. Namun sebagian masyarakat memandang bahwa suami juga memiliki kewajiban untuk turut berperan dalam pengasuhan anak dan pengelolaan rumah tangga melalui musyawarah dengan istri. Selain itu, kewajiban kepada orang tua dapat didahulukan dalam kondisi tertentu, seperti ketika orang tua sakit, lanjut usia, atau membutuhkan bantuan mendesak. Secara normatif, hukum keluarga Islam menempatkan pemenuhan hak istri sebagai kewajiban utama suami, sementara kewajiban kepada orang tua tetap dilaksanakan dalam kerangka birrul walidain. Keseimbangan kedua kewajiban tersebut diwujudkan melalui prinsip keadilan, kemaslahatan, musyawarah, dan tanggung jawab sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan maslahat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622625 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Hak dan Kewajiban Suami, Orang tua, Istri, Masyarakat Melayu Bengkalis, Hukum Keluarga Islam. |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Quran Hukum > Hukum Islam Hukum > Lain -Lain |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:57 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:57 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/218 |
