HAFISH, MUHAMMAD (2026) ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP KONSTRUKSI NARASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM WEBSITE NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH KAJIAN HUKUM KELUARGA ISLAM. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6257_6_20260714232314-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (142kB) | Request a copy
6257_6_20260714232430-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (382kB) | Request a copy
6257_6_20260714232456-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (371kB) | Request a copy
6257_6_20260714232522-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (329kB) | Request a copy
6257_6_20260714232539-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (508kB) | Request a copy
6257_6_20260714232552-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (143kB) | Request a copy
Abstract
Jenis penelitian kepustakaan kualitatif ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model tiga dimensi Norman Fairclough dan studi netnografi. Objek penelitian berupa artikel isu perempuan pada portal nu.or.id dan muhammadiyah.or.id (2020–2026) yang dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk mengevaluasi konstruksi wacana pemberdayaan perempuan serta relevansinya terhadap Hukum Keluarga Islam (HKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, nu.or.id dominan menggunakan pendekatan teologis-kontekstual berbasis hukum Islam tradisional, sedangkan muhammadiyah.or.id cenderung teknokratis-profesional dengan kosakata institusional-manajerial. Dari segi praktik diskursif, produksi teks NU digerakkan oleh "Jurnalisme Santri" melalui mekanisme Bahtsul Masail (LTN PBNU), sementara Muhammadiyah berbasis pada panduan MKCH dan Fikih Keluarga Berkemajuan (MPI PP). Pada aspek praktik sosial-budaya, kedua portal menjadikan ruang digital sebagai arena kontestasi otoritas keagamaan melawan konservatisme; NU bergerak secara konfrontatif-reaktif, sedangkan Muhammadiyah secara afirmatif-historis. Penelitian menyimpulkan narasi kedua portal sangat relevan memperbarui nilai HKI kontemporer dengan meruntuhkan tafsir klasik bias gender melalui prinsip kesalingan (mubadalah). Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan konten aplikatif oleh media ormas, pengadopsian hukum responsif gender di Pengadilan Agama, serta analisis resepsi masyarakat bagi peneliti selanjutnya.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622607 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Wacana Kritis, Pemberdayaan Perempuan, Website, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Hukum Keluarga Islam. |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:55 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:55 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/217 |
