JANNAH, LUKLUK SOFIATIL (2026) Pemikiran Hamka Tentang Pendidikan Remaja; Studi Atas Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
5693_6_20260709220836-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (192kB) | Request a copy
5693_6_20260709224548-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (182kB) | Request a copy
5693_6_20260709224918-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (290kB) | Request a copy
5693_6_20260709224934-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (300kB) | Request a copy
5693_6_20260709225015-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (237kB) | Request a copy
5693_6_20260709225031-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (205kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan remaja era modern seperti pengaruh media sosial, budaya instan, materialisme, dan krisis identitas yang berdampak pada pembentukan karakter, sehingga menuntut pendidikan yang tidak hanya berorientasi intelektual tetapi juga pembinaan akidah, akhlak, dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan konsep pendidikan remaja menurut Hamka yang tercermin dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck; (2) menganalisis relevansi pemikiran Hamka tentang pendidikan remaja bagi kehidupan remaja masa kini. Menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan historis dan analisis isi, hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama,konsep pendidikan remaja menurut Hamka meliputi pendidikan akidah dan akhlak sebagai fondasi utama, pendidikan kemandirian dan tanggung jawab, pendidikan cinta dan pergaulan yang bertanggung jawab, kritik terhadap adat yang membelenggu sebagai pendidikan berpikir kritis, serta metode pendidikan melalui kisah (qashash). Kedua, pemikiran Hamka memiliki relevansi kuat dengan kondisi remaja masa kini, terutama dalam menghadapi tekanan media sosial, budaya instan, materialisme, dan krisis identitas. Hamka menekankan pentingnya interaksi yang dilandasi akhlak, ketundukan kepada Allah, kemandirian, tanggung jawab, serta lingkungan positif untuk membentuk kematangan emosional dan spiritual remaja. Nilai-nilai kesabaran, syukur, daya juang, keberanian mempertahankan prinsip, komunikasi jujur, berpikir kritis, serta ketundukan kepada Allah menjadi landasan membentuk karakter remaja yang resilien, kritis, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Dengan demikian, pemikiran Hamka tetap relevan dijadikan rujukan pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam pendidikan karakter era kontemporer.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 181122042 | Tarbiyah dan Ilmu Keguruan |
| Uncontrolled Keywords: | Pemikiran Hamka, Pendidikan Remaja, Pembentukan Karakter, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Quran Agama Islam > Hadist Bahasa > Bahasa Indonesia |
| Divisions: | TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN > Pendidikan Agama Islam |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:46 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:46 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/207 |
