Search for collections on Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana

ANALISIS KONTROVERSI URUTAN IJAB DAN QABUL DALAM AKAD PERNIKAHAN STUDI PENDAPAT SYEKH NAWAWI AL BANTANI

HIDAYAT, SYAHRIL (2026) ANALISIS KONTROVERSI URUTAN IJAB DAN QABUL DALAM AKAD PERNIKAHAN STUDI PENDAPAT SYEKH NAWAWI AL BANTANI. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

[thumbnail of 6268_6_20260715114509-Abstrak.pdf] Text
6268_6_20260715114509-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (48kB) | Request a copy
[thumbnail of 6268_6_20260715114536-Bab I.pdf] Text
6268_6_20260715114536-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (144kB) | Request a copy
[thumbnail of 6268_6_20260715114552-Bab II.pdf] Text
6268_6_20260715114552-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB) | Request a copy
[thumbnail of 6268_6_20260715114609-Bab III.pdf] Text
6268_6_20260715114609-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (108kB) | Request a copy
[thumbnail of 6268_6_20260715114625-Bab IV.pdf] Text
6268_6_20260715114625-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (188kB) | Request a copy
[thumbnail of 6268_6_20260715120155-Bab V.pdf] Text
6268_6_20260715120155-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB) | Request a copy

Abstract

Akad nikah menuntut urutan ijab dari wali kemudian qabul dari calon suami nenurut pendapat mayoritas Mazhab Syafi’i dan Kompilasi Hukum Islam yang mewajibkan urutan ijab terlebih dahulu dari wali, kemudian diikuti qabul oleh calon suami. Penelitian ini mengkaji keabsahan akad nikah jika qabul mendahului ijab, yang sering terjadi karena kegugupan atau kendala komunikasi. Sehingga dalam praktiknya sering terjadi pembalikan urutan akibat hal tersebut dan menimbulkan pertanyaan terkait kebasahan akad tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis. Hasilnya menunjukkan bahwa menurut Syekh Nawawi al-Bantani akad nikah tetap sah meskipun urutannya terbalik, dengan syarat lafadz yang digunakan jelas bermakna nikah, disampaikan dalam satu majlis, sera mencerminkan kerelaan kedua belah pihak. Beliau mengedepankan esensi kesepakatan diatas formalitas urutan kata yang didasarkan pada kaidah fikih, makna bahasa, dan pendapat ulama terdahulu. Pendapat ini relevan dan dapat menjadi solusi hukum dalam menghadapi tantangan zaman, tanpa melanggar rukun pokok syariat serta selaras dengan semangat kemudahan dan perlindungan terhadap ikatan pernikahan.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: NIM: 182622618 | Syariah dan Ekonomi Islam
Uncontrolled Keywords: Ijab dan Qabul, akad nikah, Urutan akad Syekh Nawawi al-Bantani
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Divisions: SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)
SWORD Depositor: Admin Repo
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 20 Jul 2026 08:42
Last Modified: 21 Jul 2026 02:49
URI: https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/205

Actions (login required)

View Item
View Item