Search for collections on Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana

Tinjauan hukum islam terhadap beban ekonomi calon suami dalam tradisi seserahan di desa sukamaju

GHIFARI, HABIB AL (2026) Tinjauan hukum islam terhadap beban ekonomi calon suami dalam tradisi seserahan di desa sukamaju. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

[thumbnail of 6305_6_20260716094710-Abstrak.pdf] Text
6305_6_20260716094710-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB) | Request a copy
[thumbnail of 6305_6_20260716094734-Bab I.pdf] Text
6305_6_20260716094734-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (483kB) | Request a copy
[thumbnail of 6305_6_20260716094904-Bab II.pdf] Text
6305_6_20260716094904-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB) | Request a copy
[thumbnail of 6305_6_20260716094935-Bab III.pdf] Text
6305_6_20260716094935-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (76kB) | Request a copy
[thumbnail of 6305_6_20260716094959-Bab IV.pdf] Text
6305_6_20260716094959-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (492kB) | Request a copy
[thumbnail of 6305_6_20260716095023-Bab V.pdf] Text
6305_6_20260716095023-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB) | Request a copy

Abstract

Pernikahan dalam idealitas hukum Islam dirancang untuk memberikan kemudahan esensial bagi umatnya guna mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh ketenteraman. Studi yuridis empiris ini bertujuan menganalisis standardisasi nominal hantaran, faktor pendorong bertahannya tradisi tersebut, serta implikasi sosiologisnya melalui pisau analisis hukum Islam ('urf, maslahah mursalah, dan sadd adz-dzari'ah). Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa nominal hantaran di lokasi tersebut berkisar antara Rp32,5 juta hingga Rp60 juta, sebuah angka yang tidak proporsional bagi mayoritas masyarakat yang bermata pencaharian sebagai buruh dan petani. Pertimbangan status sosial dan sanksi moral kolektif menjadi faktor utama pelestarian adat ini. Dari perspektif hukum Islam, tradisi hantaran tinggi ini dikategorikan sebagai ’urf fasid (adat yang rusak) karena memicu kemudaratan sistematik, seperti penundaan pernikahan dan peningkatan angka utang pascapernikahan. Melalui pendekatan sadd adz-dzari'ah, penelitian ini menyimpulkan perlunya pembatasan atau rekonstruksi nilai hantaran guna memitigasi dampak negatif sosiologis tersebut, sekaligus mengembalikan esensi perkawinan Islam yang berorientasi pada kemaslahatan dan kemudahan. Kebijakan adaptif dari pemuka adat dan agama sangat mendesak untuk mereduksi beban finansial demi menjaga kesucian institusi pernikahan.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: NIM: 182622655 | Syariah dan Ekonomi Islam
Uncontrolled Keywords: Beban Ekonomi, Hukum Islam, Seserahan, 'Urf Fasid.
Subjects: Hukum > Hukum Islam
Divisions: SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)
SWORD Depositor: Admin Repo
Depositing User: Admin Repo
Date Deposited: 20 Jul 2026 08:35
Last Modified: 20 Jul 2026 08:35
URI: https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/201

Actions (login required)

View Item
View Item