AFDAL, MUHAMMAD (2026) Analisis Hukum Keluarga Islam Terhadap Peran Rumah Restoratif Justice di Desa Meskom. S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6312_6_20260715160040-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (23kB) | Request a copy
6312_6_20260715140911-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (197kB) | Request a copy
6312_6_20260715140948-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (284kB) | Request a copy
6312_6_20260715141009-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (92kB) | Request a copy
6312_6_20260715141030-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (313kB) | Request a copy
6312_6_20260715141322-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (28kB) | Request a copy
Abstract
Berbagai permasalahan sengketa keluarga yang sering kali membutuhkan penyelesaian secara damai agar hubungan kekeluargaan tetap terjaga. Rumah Restorative Justice hadir sebagai alternatif penyelesaian sengketa berbasis masyarakat yang mengutamakan musyawarah, perdamaian, dan pemulihan hubungan antar pihak yang bersengketa. Penelitian ini menggunakan metode lapangan (field research) dengan sumber data dari wawancara dengan informan pengurus Rumah Restorative Justice Desa Meskom dan pihak yang pernah menyelesaikan sengketa di Rumah Restorative Justice, serta pendekatan deskriptif dan analisis perspektif hukum keluarga Islam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengetahui bentuk dan mekanisme penyelesaian sengketa keluarga melalui Rumah Restorative Justice Desa Meskom, menganalisis peran Rumah Restorative Justice dalam memfasilitasi penyelesaian sengketa keluarga, serta mengetahui tinjauan Hukum Keluarga Islam terhadap praktik tersebut beserta tantangan dan solusi penerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penyelesaian sengketa keluarga melalui Rumah Restorative Justice Desa Meskom dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu menerima pengaduan, mengidentifikasi masalah, memanggil para pihak, melakukan musyawarah, memberikan nasihat, dan menyusun kesepakatan damai. Rumah Restorative Justice berperan sebagai ruang mediasi, fasilitator musyawarah, penguat nilai kekeluargaan, penghubung antara masyarakat dengan lembaga hukum, serta sarana edukasi hukum masyarakat. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, mekanisme tersebut sesuai dengan prinsip ishlah, musyawarah, hakam, maslahah, menjaga kehormatan keluarga, perlindungan hak anggota keluarga, dan keadilan. Penerapannya masih menghadapi tantangan seperti keberadaan Rumah Restorative Justice yang baru dibentuk, kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan mediator, anggaran, dan belum adanya SOP khusus penyelesaian sengketa keluarga. Solusi yang diperlukan yaitu peningkatan kapasitas mediator, penyusunan SOP, pencatatan hasil kesepakatan, penguatan koordinasi dengan lembaga terkait, serta rujukan terhadap perkara yang tidak dapat diselesaikan secara damai seperti KDRT berat, kekerasan seksual, ancaman serius, dan pelanggaran hak perempuan maupun anak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM: 182622662 | Syariah dan Ekonomi Islam |
| Uncontrolled Keywords: | Rumah Restorative Justice, Sengketa Keluarga, Hukum Keluarga Islam |
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam Hukum > Hukum Perdata |
| Divisions: | SYARI'AH DAN EKONOMI ISLAM > Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) |
| SWORD Depositor: | Admin Repo |
| Depositing User: | Admin Repo |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:17 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:17 |
| URI: | https://repo.kampusmelayu.ac.id/id/eprint/189 |
