BAHRI, SAMSUL (2026) DAMPAK SOCIAL MEDIA INFLUENCER MARKETING DAN FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP MINAT INVESTASI SAHAM SYARIAH DI KALANGAN MAHASISWA (STUDI KASUS IAIN DATUK LAKSEMANA BENGKALIS). S1 thesis, IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.
6164_6_20260714200447-Abstrak.pdf
Restricted to Registered users only
Download (175kB) | Request a copy
6164_6_20260714200600-Bab I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (378kB) | Request a copy
6164_6_20260715195402-Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (456kB) | Request a copy
6164_6_20260714200733-Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (311kB) | Request a copy
6164_6_20260714200816-Bab IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (360kB) | Request a copy
6164_6_20260715195442-Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (259kB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya digitalisasi di era Revolusi 4.0 yang memunculkan kekuatan social media influencer dan fenomena psikologis FOMO (Fear of Missing Out), yang berpotensi memengaruhi keputusan finansial generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak social media influencer marketing dan FOMO tesocial media influencer marketing secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat investasi saham syariah ($t$-hitung 7,934 > 1,661; sig. 0,000 < 0,05). Demikian pula dengan FOMO yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat investasi saham syariah ($t$-hitung 7,330 > 1,661; sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap minat investasi dengan nilai $F$-hitung 857,032 > 3,939 (sig. 0,000 < 0,05). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,946 menunjukkan bahwa kombinasi pengaruh kedua variabel berkontribusi sangat tinggi yaitu sebesar 94,6% terhadap minat investasi, sedangkan 5,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian seperti literasi keuangan dan ketersediaan dana. Simpulan penelitian menegaskan bahwa daya tarik pemengaruh di media sosial serta rasa takut tertinggal tren (FOMO) merupakan stimulan kuat yang secara nyata, baik mandiri maupun bersama-sama, mendorong minat mahasiswa untuk terlibat dalam investasi saham syariah.
